Lusiana Natali Simanjuntak,
,

Jumat, 26 Oktober 2012

JAMU


            
                Kesehatan merupakan anugrah yang tak ternilai harganya, tidak sedikit orang terbaring di rumah sakit akibat kesehatannya terganggu. Kali ini saya akan membahas soal JAMU yang dapat mengurangi resiko gangguan kesehatan kita. Kata JAMU, mungkin yang ada dipikiran anda adalah minuman tradisional yang berkhasiat bagi tubuh, namun bukan itu yang di maksudkan di sini. JAMU yang di maksud adalah JAga MUlut, ya untuk mendapatkan kesehatan yang gratis, diperlukan usaha untuk menjaga mulut kita. Ada 2 makna yang terkandung dalam kata JAMU tersebut.

                         1. Jaga Mulut untuk makanan yang masuk ke dalam tubuh
 
Hindarilah makanan yang menurut anda tidak baik dikonsumsi oleh tubuh, sekalipun itu terlihat enak, namun pikirkan akan resiko yang mungkin terjadi. Dampak dari segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh tidak terjadi seketika, tetapi akan terasa di kemudian hari. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, untuk itu mulailah untuk memilih-milih makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh tubuh kita.

                  2.  Jaga Mulut dalam perkataan
       
              Perkataan yang baik, mendatangkan kebaikan. Sudahkah anda berdiam untuk hal yang tidak  baik di katakan? Perkataan yang keluar dari mulut kita, hendaklah perkataan yang memberkati dan bukan mengutuk, yang membangun dan bukan yang menjatuhkan, karena tanpa di sadari hal itu mendatangkan kebaikan bagi kesehatan kita.

Rabu, 03 Oktober 2012

Peranan Bahasa Indonesia di Luar Negeri



                Sebagai bangsa Indonesia,tentu kita menginginkan negara kita di hargai oleh bangsa lain di luar Indonesia. Pada tanggal  4 July 2012, perwakilan Indonesia  mengadakan lomba pidato bahasa Indonesia bagi warga dengan penutur asing  dengan tema yang di berikan adalah “Aku Cinta Belajar Bahasa Indonesia” di kantor KJRI Jeddah. Lomba tersebut mengambil perhatian dari warga yang ada di Arab Saudi, dan ada 9 warga asing yang mengikuti lomba tersebut.
                Tujuan dari mengadakan lomba tersebut adalah untuk mempromosikan Bahasa Indonesia di negara Luar Negeri, karena tidak menutup kemungkinan Negara Indonesia akan menjadi negara penting bagi dunia Internasional maka peranan bahasa Indonesia juga semakin penting.
    Selain itu, di negara Vietnam, bahasa indonesia di jadikan bahasa resmi ke dua di negaranya, dan di sejajarkan dengan bahasa asing lainnya, seperti bahasa inggris dan sebagai bahasa kedua yang di utamakan. Hal tersebut tentu menunjukan perkembangan bahasa Indonesia di negara lain berkembang dengan baik, dan sebagai warga Indonesia yang baik, lestarikanlah bahasa Indonesia dan cintailah negeri Indonesia.  


               
               


Referensi:
http://www.hidayatullah.com/read/23527/08/07/2012/bahasa-indonesia-mulai-diminati-di-arab-saudi.html
http://www.rajaalihaji.com/id/opinion.php?a=RkpML3c%3D= 

Selasa, 02 Oktober 2012

Kesalahan membawa Kesenangan

Saya memiliki pengalaman yang cukup membuang tanaga, air mata dan juga pikiran saya. Saat saya lulus SMA, saya di sibukkan mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri bahkan bukan hanya saya yang sibuk, keluarga saya pun mendapat bagian kesibukkan tersebut. Pertama, saya mendaftar melalui jalur PMDK, selanjutnya saya mendaftar jalur SMPTN, dan  terakhir  jalur Ujian Mandiri di Perguruan  Negeri  dan hasilnya kekecewaan, tidak ada satupun saya di terima. Saya mencoba  mencari  informasi Perguruan Tinggi Swasta, dan banyak pilihan yang di tawarkan membuat saya bingung.
                Pada suatu hari, saya mencari Universitas Swasta terbaik di Indonesia, dan yang pertama saya temukan adalah Universitas Gunadarma, tanpa ragu keesokkan harinya saya di temani ayah saya mendaftar, untuk jurusan  Sistem Komputer. Awal dari jurusan ini bukan karena keinginan saya, saya berniat untuk mengambil jurusan lain yang sama dengan senior SMA saya, tetapi saya kurang informasi dan akhirnya  masuk ke jurusan Sistem Komputer. Kuliah perdana, saya di kejutkan dengan teman-teman yang 90% berjenis kelamin laki-laki, hanya ada empat perempuan. Sulit di bayangkan bagaimana saya dapat beradaptasi dengan semuanya.
Hari demi hari saya lewati dengan kebimbangan akan jurusan ini, dan timbul di dalam hati untuk pindah jurusan, namun berjalannya waktu, saya dapat mengikuti mata kuliah dengan baik, walau dapat kabar bahwa jurusan saya sulit mendapat IPK di atas tiga, tetapi saya memiliki tujuan mencapai IPK di atas 3 dan komitmen saya apabila tidak tercapai, saya akan memutuskan pindah jurusan. Tiba saatnya pengumuman IPK, dengan keraguan saya melihat, dan hasil terbaik saya peroleh.
Di sini lah, saya mulai mencintai jurusan saya, bukan karena kesalahan namun karena kesenangan.